Experience & Experiment

Senin, 06 Juli 2015

Sesuatu itu bernama Membaca



Istilah turun ke jalan selama ini diidentikan dengan kegiatan orasi yang intinya menuntut beberapa hal. Namun pernahkah kita berpikir bahwa turun ke jalan bisa juga dijadikan sebagai sarana untuk berbagi dan mengingatkan kembali akan sesuatu yang urgent?. Sesuatu yang sebenarnya merupakan sumber kebangkitan dari bangsa-bangsa maju?. Sesuatu itu bernama Budaya membaca. Belum ada penelitian yang pasti tentang seberapa besar budaya membaca bangsa Indonesia. Namun jika kita mau menengok dari Negara-negara maju, bisa dikatakan kita masih  kalah jauh akan budaya membaca ini.
Oleh karena itu, mengingatkan kembali akan pentingnya membaca merupakan sesuatu yang penting. Turun ke jalan dengan versi berbeda, itulah yang dilakukan oleh Mahasiswa S1 Ilmu Perpustakaan Undip, Senin (06/07). Bertempat di Perempatan Patung Diponegoro, Tembalang, Semarang mereka melakukan kegiatan sosialisasi akan pentingnya membaca. Kegiatan dengan tema “Ilpus berbagi” ini dilaksanakan menjelang waktu berbuka. Selain mensosialisaikan pentingnya membaca, Mahasiswa kelas F ini juga membagikan takjil gratis kepada para pengemudi dan orang-orang di sekitar Patung Diponegoro.

Para pengemudi yang menerima takjil pun terlihat antusias menerima bingkisan berupa es buah dan roti tersebut. Selain memberikan takjil dan membawa kertas berslogan, para mahasiwa yang mengenakan jaket biru ini juga memberikan stiker berquote. “Membaca Seperti Halnya Mesin Waktu, yang membawa Kita Berkelana ke Ribuan Tahun Lalu”. Demikian bunyi dari stiker berukuran mini itu. Pertanyaan selanjutnya, sudah berapa buku yang anda baca minggu Ini? Mari membaca.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar