Istilah
turun ke jalan selama ini diidentikan dengan kegiatan orasi yang intinya menuntut
beberapa hal. Namun pernahkah kita berpikir bahwa turun ke jalan bisa juga dijadikan
sebagai sarana untuk berbagi dan mengingatkan kembali akan sesuatu yang urgent?.
Sesuatu yang sebenarnya merupakan sumber kebangkitan dari bangsa-bangsa maju?. Sesuatu
itu bernama Budaya membaca. Belum ada penelitian yang pasti tentang seberapa
besar budaya membaca bangsa Indonesia. Namun jika kita mau menengok dari Negara-negara
maju, bisa dikatakan kita masih kalah
jauh akan budaya membaca ini.
Oleh
karena itu, mengingatkan kembali akan pentingnya membaca merupakan sesuatu yang
penting. Turun ke jalan dengan versi berbeda, itulah yang dilakukan oleh Mahasiswa
S1 Ilmu Perpustakaan Undip, Senin (06/07). Bertempat di Perempatan Patung Diponegoro,
Tembalang, Semarang mereka melakukan kegiatan sosialisasi akan pentingnya
membaca. Kegiatan dengan tema “Ilpus berbagi” ini dilaksanakan menjelang waktu
berbuka. Selain mensosialisaikan pentingnya membaca, Mahasiswa kelas F ini juga
membagikan takjil gratis kepada para pengemudi dan orang-orang di sekitar
Patung Diponegoro.
Para
pengemudi yang menerima takjil pun terlihat antusias menerima bingkisan berupa
es buah dan roti tersebut. Selain memberikan takjil dan membawa kertas berslogan,
para mahasiwa yang mengenakan jaket biru ini juga memberikan stiker berquote. “Membaca
Seperti Halnya Mesin Waktu, yang membawa Kita Berkelana ke Ribuan Tahun Lalu”. Demikian
bunyi dari stiker berukuran mini itu. Pertanyaan selanjutnya, sudah berapa buku
yang anda baca minggu Ini? Mari membaca.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar