Experience & Experiment

Sabtu, 04 Juli 2015

Bahkan Daun yang Kering


Mungkin hampir 2 tahun yang lalu,

“Ayo mad, udah telat nih, tuh adzan kedua udah berkumandang”. Protesku ke teman kos yang seperti bersemedi didalam toilet. Sekarang adalah hari Jumat, dimana setiap Muslimin diwajibkan memenuhi panggilan Ilahi. Sholat jumat.

“Yaaa, Sabar, lagi tanggung nih…” sahut kawanku dari dalam.

Singkat cerita kami akhirnya berangkat Jumat-an bareng. Sesampainya di masjid, dugaanku benar, semua tempat sudah penuh. Wah Jumat-an dimana nih?. Pelataran masjid pun jadi pilihan terakhir kami untuk mengikuti sholat Jumat. Di pelataran rumah berdesain minimalis ini aku dan temanku beserta jamaah lainnya mendirikan saf sendiri. Alhamdulillah, aku kebagian tempat di teras rumah. Duduklah aku disana, sambil mendengar khotbah, kusampirkan sajadah ke bahu. Baru beberapa saat mendengarkan khotbah, aku agak mengantuk. Guna menghilangkan rasa kantuk ini, ku putar pandangan ke sekelilingku, nah ketika pandanganku sedang lurus-lurusnya kedepan, tiba-tiba sesuatu jatuh melayang di depanku. Kaget. Ah, ternyata cuma daun kering. Kuambil daun kering yang sempat mengenai tanganku.

“Em, daun ya?”, gumamku dalam hati. Kumainkan daun kering itu sembari menunggu khotbah selesai. Aku pun berpikir bahwa segala sesuatu pasti ada maksud dan tujuannya, termasuk daun kering yang jatuh ini.

“Buang aja mad, tuh disana…”. Saran temanku sambil menunjuk tempat sampah yang tak jauh dari jangkauan tanganku. Saran yang bagus.

Ketika hendak membuangnya, mataku mendapati sesuatu, wah ternyata ada kotoran ayam yang sudah mengering tak jauh di depanku. Adzan sholat Jumat berkumandang. Tiba-tiba terlintas ide di kepalaku. Aha, aku gunakan saja daun kering ini. Kututupkan daun tadi diatas kotoran ayam itu. Kemudian diatasnya aku lapisi sajadah yang aku bawa. Ternyata kau bermanfaat juga ya?. Kau ditakdirkan Tuhan untuk menutup najis ini agar sholatku tetap sah.


Setelah sholat berakhir aku melamunkan sesuatu tentang daun kering dari pohon mangga itu. Kubayangan pertumbuhan pohon mangga yang menaungiku ini, pertama dari biji, atau mungkin ini pohon hasil cangkokan, kemudian tumbuh besar dengan daun yang mulai banyak, semakin besar dengan daunnya yang semakin lebat, dan pada akhirnya daun yang hijau itu pun berubah kecoklatan. Menua. Dan salah satu daun kering itupun jatuh, tepat di tempat dan waktu yang telah Tuhan tentukan. Apakah ini kebetulan? Tentu saja tidak. Ada "Tangan Tuhan" dimana-mana. Sungguh aku menyadari bahwa segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah Swt. pasti mengandung kebermanfaatan, apapun itu, termasuk daun yang kering. Pertanyaan selanjutnya, sudahkah kita bermanfaat?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar