Selasa, 30 Agustus 2016. Sore hari.
Cie, 17 Agustus sudah berlalu, 71 tahun sudah kita menikmati kemerdekaan. Merdeka! Merdeka! Merdeka!. Pekik banyak orang ketika merayakan kemerdekaan. Merdeka terus Mad, kapan kita mulai mengisi dan membangun nih?hehe protesku pada diri sendiri. Banyak hal yang penulis alami berkaitan dengan perayaan Kemerdekaan tahun ini. Penulis merayakan kemerdekaan di rumah loh, padahal tanggal 15 Agustus seharusnya udah ngampus. Nggak setiap tahun kamu bisa 17 belasan di rumah fik, dalam artian tidak setiap tahun bisa menikmati kebersamaan bersama pemuda RT yang sudah mulai bangkit loh, pikirku dalam hati.
17 belasan kali ini memang berbeda, banyak perlombaan yang berlangsung di tahun ini, termasuk karnaval desa dengan berbagai kemeriahannya juga ada loh. Mari fokus ke RT penulis, ada dua lomba yang menurut penulis cukup unik, lomba pidato dan karaoke!. Singkat cerita aku ikut saja lomba tersebut, bermodal nekat dan percaya diri, aku membuat pidato yang merupakan unek-unek dalam diri ketika membaca keadaan RT 06, tempat tinggal penulis.
Berikut teksnya:
Berikut teksnya:
"Assalamualaikum
Wr Wb,
yang
terhormat Bapak ketua RW 06, yang saya hormati Bapak ketua RT 01/06, yang saya
hormati Ibu Bapak hadirin yang berkesempatan hadir dalam acara peringatan 17
belasan ini, serta teman-teman Blangkon yang
sangat saya cintai, generasi muda penerus grumbul Babakan Kulon ini.
Pertama
tama marilah kita panjatkan puji syukur atas limpahan nikmat Allah Swt.
sehingga kita masih diberi nafas dan bisa berkumpul di acara yang mulia ini.
Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada panutan kita, idola kita, manusia
agung yang benar-benar harus kita contoh dalam kehidupan, nabi agung Muhammad
Saw.
Para
hadirin yang saya muliakan, pada kesempatan kali ini saya hanya ingin
membacakan sebuah puisi berjudul: “Sudahkah kita merdeka?”
Kawan, tak terasa sudah
71 tahun kita merdeka, tetapi sudahkah kita benar-benar merdeka?
Sudahkah kita Merdeka
jika untuk sujud, sholat saja kita belum mau? Bukankah itu kewajiban utama
dalam hidup kita ya?
Sudahkah kita merdeka
jika mendengar suara azan saja kita cuek? Bukankah itu panggilan mesra dari
Allah ya?
Sudahkah kita merdeka
jika dengan perintah Allah saja kita acuh? Bukankah kita ini ciptaanNya ya?
Sudahkah kita merdeka
jika untuk datang ke masjid saja kita enggan? ayolah, masa berkunjung ke Rumah
Allah saja kita malas?
Sudahkah kita merdeka
jika dengan sesama tetangga saja masih dendam? Bukankah memaafkan itu lebih
baik dari pada ngempet geting terus
ya?
Sudahkah kita merdeka
jika setiap hari masih saja kita ngrasani
orang? Bukankah kita seharusnya ngrasani
diri sendiri ya? ngrasani kejelekan-kejelakan kita sendiri?
Sudahkah kita merdeka
jika hanya sibuk mencari dunya?
Bukankah dunya itu tidak akan kita bawa
mati ya?
Sudahkah kita merdeka
jika sholat Subuh saja barisan laki laki sebelah kanan hanya ada 7 orang? Ya
ampun, masa cuma 7 orang dan kebanyakan 7 orang itu sudah sepuh! Kemana ya para
pemuda-pemuda?
Sudahkah
kita merdeka jika setelah mendengarkan puisi tadi kita masih saja ngeyel: halah, ngibadah tah ngenteni wis tua bae!
Siki tah esih nom, matine ndan esih sue. Hahaha kawan, memangnya kita tahu
akan hidup sampai kapan ya?. Kata orang, hidup itu ibarat pohon kelapa. Ada
yang masih kembang sudah jatuh, ada yang masih beluluk sudah jatuh, ada yang
masih cengkir sudah jatuh, ada yang masih dawegan sudah jatuh, dan ada yang
sudah kelapa belum jatuh-jatuh. Sedulur kabeh ingkang kula tresnani, sebenarnya
merdeka itu apa sih?
Merdeka
adalah ketika kita manut maring gusti Allah, gelem nglakoni perintahe lan
ngadohi larangane. Sudahkah kita merdeka? Kayane tah urung ya Kang Mbekayu?.
Saudara-saudara yang saya
cintai, kematian itu amat dekat, jadi mari bersama-sama kita taubat. Mari
bersama- sama kita merdekakan diri kita sendiri!
Demikian
yang dapat saya sampaikan. Ngapunten sedaya kelepatan!
Wassalamu’alaikum
Wr Wb."
Itulah unek-unek penulis mengenai lingkungan tempat tinggal penulis, kalau kamu? salam!.
Itulah unek-unek penulis mengenai lingkungan tempat tinggal penulis, kalau kamu? salam!.
(Merdeka! eh, Membangun!)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar