Sehabis pulang kuliah sore aku sms kawanku, "Jon, berangkat ngaji Polines?". Sambil menunggu balesan dari temanku aku mengambil air wudlu untuk sholat maghrib. Selesai sholat aku ambil Hpku lagi, mengecek inbox, dan ternyata kawanku sudah membalas smsku yang tadi,"Insyaaallah berangkat jon, kamu brgkt ya?".
"OK dah, kalau kamu udah mau brgkt sms aku ya?". jawabku.
Daripada berangkat sendiri ke Polines mending aku ajak aja temen kosanku untuk mengikuti kajian rutin ini, sayangnya mereka gak ada yang mau ikut. Yaudahlah aku berangkat aja sendiri, itung-itung nambah pahala, pikirku dalam hati. Pembicara kali ini adalah seorang Kyai bernama Muhammad Nur Salafudin al Hafidz, al hafidz artinya seseorang yang hafal Al-Quranul karim. Sampai di Polines aku gak langsung masuk ke dalam masjid tempat kajian berlangsung. Aku mampir dahulu ke Warteg deket Polines (yang masakannya lumayan enak itu) untuk sekedar mengisi perut. Perut pun sudah terisi, saatnya mengisi kalbu dengan siraman rohani, masuk ke masjid dua orang panitia kajian rutin Al-izzah menyambutku (sebenarnya menyambut setiap orang yang hadir si,hehe), mereka menyapaku dan menyalamiku. Setelah berwudlu terlebih dahulu, aku masuk dan duduk bersama orang yang sudah hadir di dalam masjid. Acara pun dibuka dengan grup marawis Pesantren Madinah Munawwarah pesantren tempat temanku mondok sambil kuliah, teman yang mengajakku mengikuti kajian ini, temanku yang bernama Akhmad Syarifudin. Kajian pun dimulai, inti kajian malam itu terangkum dalam sebuah cerita fiksi yang ada di bawah ini:
Suatu malam di dalam masjid ada seseorang remaja laki-laki yang bertanya kepada guru ngajinya (sebut saja namanya Udin)
Udin : "Pak Kyai, tadi pagi ada PR dari sekolah mengenai Mujahadah, sudah seharian ini aku nyari-nyari jawaban namun hanya sedikit yang dapat kujawab , mohon bantuannya pak kyai?"
Kyai: "Bisa-bisa, memangnya pertanyaannya susah sekali din? sini akan Bapak bantu menjawabnya.."
Udin: "Wah makasih pak kyai, jadi ini beberapa pertanyaannya. Pertama: Jelaskan pengertian mujahadah dan sebutkan jenis-jenis Mujahadah ini.."
Kyai: "Walah, kamu ini gimana din? pertanyaan semaca itu saja kamu tidak bisa jawab, kamu kan sering ngaji sama bapak kan?.
(Udin memang sering mengikuti pengajian, namun sewaktu Bapak Kyai memberikan Pengajian, udin lebih sering tidur daripada mendengarkan ulasan pengajiannya. Jadi isi dari pengajian yang ia dapat cuma setengah-setengah).
Bapak Kyai pun menjelaskan: "Arti dari mujahadah itu berjuang dengan sungguh-sungguh, ada 3 macam mujahadah yaitu mujahadah melawan kaum kafir, mujahadah melawan kekafiran yang tersembunyi dan mujahadah melawan hawa nafsu. Hati-hati din, Jika jiwa kita telah ditaklukan oleh hawa nafsu maka kita akan tersesat dalam menjalani hidup ini."
Udin: "Oalah sekarang aku ingat Pak Kyai,hehe. Pertanyaan no. 2 begini Pak Kyai, Ibadah itu selain Ibadah Muqayyadah satunya apa lagi?"
Kyai: "Selain Ibadah Muqayyadah yang berupa Sholat, puasa, zakat, haji dsb dimana Hukum dan Tekniknya telah ditentukan oleh Rasulullah SAW, Ada ibadah yang dinamakan Ibadah Mutlaqoh seperti membaca Al-Quran, Sholawat, tafakur, Tahlilan dsb. Ibadah Mutlaqoh ini hukum aslinya berasal dari Rasulullah Saw. namun teknik dan pelaksanaannya sangat beragam tergantung kita yang melaksanakannya."
Udin: "O.k pak kyai aku mudeng sekarang, Pertanyaan yang ketiga: bagaimana Taubatan Nasuha dilaksanakan?"
Kyai: "Mengenai taubatan nasuha ini, pertama kita harus benar-benar merasa menyesal telah melakukan dosa tersebut kemudian dibarengi dengan ibadah yang lebih tekun."
Udin: "Pertanyaan yang keempat pak kyai, bagaimana menjadi seorang Muslim sejati?"
Kyai: "Perlu kau ketahui din, menjadi Muslim sejati itu susah, namun bukannya tidak mungkin untuk dilaksanakan. Yang pertama guna menjadi muslim sejati: akal, pikiran, hati, jiwa serta rohani kita harus bersih dari penyakit-penyakit hati. Agar terwujud Rohani yang bersih maka makanan yang kita makan haruslah makanan yang halal. Yang kedua kita harus menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat. Yang ketiga kita harus membedakan antara Karepe rasa dan rasaning karep, karepe rasa maksudnya adalah kehendak hati dimana kehendak hati ini berasal dari Allah SWT. Sementara arti dari rasaning karep adalah keinginan hati, keinginan hati ini berasal dari hawa nafsu. Mudeng gak din?"
Udin: "Sangat mudeng pak kyai, ini pertanyaan yang terakhir. Arti dari Iman, Islam, dan Ikhsan secara sederhana itu apa?"
Kyai: " Iman secara sederhana berarti taat kepada Allah, Islam artinya Selamat dan Ikhsan artinya Kebaikan."
Udin: "Wah-wah Pak Kyai semua PR ku sudah terjawab nih, terima kasih banyak Pak Kyai atas bantuannya.."
Kyai: "Sama-sama Muhammad Syafik Bahaudin, lain kali kalau ngaji jangan sambil tidur ya.."
Hehehe, Demikian inti pengajian yang saya dapat dari Kajian rutin Al Izzah ini, semoga bermanfaat.
Wassalamu'alaikum wr. wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar